Notulensi Kartini Aku Ingin Hijrah Seutuhnya
_Bismillahirrahmanirrahim_
Notulensi Kajian Keputrian Islam Terkini (Kartini)
Ruang Seminar, Masjid Agung At-Tin
Ahad, 31 Maret 2019
Aku Ingin Hijrah Seutuhnya
Oleh: _Ummu Ichsan Choiriyah_
📑📑📑📑📑
Bicara tentang usia muda, sering kita mendengar ungkapan celoteh "kecil dimanja, muda foya-foya, dan saat mati ingin masuk surga". Serta di masa-masa ini kemauan dan kemampuan berjalan beriringan pula.
Allah berfirman di dalam Q.S. Al-Baqarah: 218 " _Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang._ "
Muslimah, Nabi ﷺ pernah menyampaikan suatu nasihat kepada seorang anak muda, anak muda itu adalah Abdullah Bin Umar Radhiallahuta’ala Anhuma. Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ memegang pundak Ibn Umar Radhiallahuta’ala Anhuma yang mana ketika itu Ibn Umar baru berusia sekitar 12 tahun, artinya Ibn Umar ketika itu adalah pemuda belia. Beliau ceritakan kepada kita di dalam sebuah hadits Imam Bukhari, bahwasanya pada suatu hari Nabi memegang pundak Ibn Umar dan ketika itu Nabi ﷺ bersabda, " _Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)]_ ".
Akhwatifillah, ini adalah nasihat yang begitu Agung.
Nabi ﷺ berikan nasihat itu kepada pemuda belia yang ternyata tumbuh menjadi lelaki sholeh, dan panutan bagi umat Muslim. Maka oleh karena itu sadarilah wahai muslimah, kita hidup di dunia hanya sementara, apalagi kalau kita ingin berpikir panjang membandingkan keberadaan kita di dunia ini beberapa tahun, lalu bandingkan dengan keberadaan kita nanti di alam kubur itu berapa lama, lantas keberadaan kita di alam akhirat yang Allah ﷻ itu sifatkan sebagai negeri yang kekal abadi.
Jadilah kamu di muka bumi itu seperti orang asing atau seperti pengembara (musafir), oleh sebab itu sejak muda jadikan lah akhirat sebagai tujuan hidup. Dan alasan ini harus dipupuk sejak usia muda, serta jangan jadikan dunia sebagai tujuan.
Ada nasihat yang sangat berharga dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahuta’ala Anhuma, ucapan yang termasyhur dari beliau, " _Dunia itu akan pergi menjauh, sedangkan akhirat yang akan datang semakin mendekat, dan masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak, maka jadilah kalian itu anak-anak akhirat, dan jangan kalian menjadi anak dunia karena hari ini yang ada hanya amal tanpa hisab, sedangkan esok hanya ada hisab tanpa ada lagi amal_ " (H.R. Bukhari).
Masa muda itu masa yang sangat istimewa, yang mana jika engkau bersiaga hidup mu sedari muda, maka masa tua akan kita isi dengan kebaikan pula. Dan khusus masa muda ini, disebutkan dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ mengabarkan kepada kita secara khusus tentang masa muda,
" _Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya._ ” (HR. at-Tirmidzi)
Di usia muda itulah puncak-puncak keemasan, kemampuan baik dari sisi fisik maupun pikiran. Allah ﷻ tentunya tidak selamanya berikan rasa muda selamanya saat kita hidup di dunia. Maka berbicara tentang hijrah, idealnya harus diawali sejak muda.
Ada sebuah hadits yang disampaikan Nabi ﷺ, Bahwasanya hijrah itu adalah suatu kewajiban yang harus kita laksanakan, kapanpun dan di manapun. Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ juga bersabda, " _seorang muhajir sejati adalah orang yang berhijrah meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah_ ﷻ " (H.R Abu Daud).
Orang yang benar-benar berhijrah, artinya ia meninggalkan perkara yang dibenci oleh Allah menuju perkara yang dicintai Allah ﷻ.
Pada dasarnya hijrah itu ada dua bentuk, yaitu:
1. Hijrah secara batin (hati): yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu, godaan setan yg menyeret kepada keburukan meninggalkan itu semua menuju perkara yg diridhoi Allah.
2. Hijrah lahir: artinya meninggalkan suatu tempat untuk mempertahankan atau melindungi agamanya dari kekacauan atau kerancuan.
Jika ingin hijrah seutuhnya, maka penuhi masa muda mu dengan terus belajar, menghadiri majlis ilmu, serta mengamalkan ilmu yang dimiliki.
___________________
Demikian notulensi Kajian Keputrian Islam Terkini. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari setiap kebaikan yang disampaikan.
Sebuah ilmu akan bermanfaat, jika ilmu itu dapat diamalkan di dalam kehidupan.
___________________
_Jazakumullah Khairan Katsiiraa_
🧕🙏
Notulensi Kajian Keputrian Islam Terkini (Kartini)
Ruang Seminar, Masjid Agung At-Tin
Ahad, 31 Maret 2019
Aku Ingin Hijrah Seutuhnya
Oleh: _Ummu Ichsan Choiriyah_
📑📑📑📑📑
Bicara tentang usia muda, sering kita mendengar ungkapan celoteh "kecil dimanja, muda foya-foya, dan saat mati ingin masuk surga". Serta di masa-masa ini kemauan dan kemampuan berjalan beriringan pula.
Allah berfirman di dalam Q.S. Al-Baqarah: 218 " _Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang._ "
Muslimah, Nabi ﷺ pernah menyampaikan suatu nasihat kepada seorang anak muda, anak muda itu adalah Abdullah Bin Umar Radhiallahuta’ala Anhuma. Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ memegang pundak Ibn Umar Radhiallahuta’ala Anhuma yang mana ketika itu Ibn Umar baru berusia sekitar 12 tahun, artinya Ibn Umar ketika itu adalah pemuda belia. Beliau ceritakan kepada kita di dalam sebuah hadits Imam Bukhari, bahwasanya pada suatu hari Nabi memegang pundak Ibn Umar dan ketika itu Nabi ﷺ bersabda, " _Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)]_ ".
Akhwatifillah, ini adalah nasihat yang begitu Agung.
Nabi ﷺ berikan nasihat itu kepada pemuda belia yang ternyata tumbuh menjadi lelaki sholeh, dan panutan bagi umat Muslim. Maka oleh karena itu sadarilah wahai muslimah, kita hidup di dunia hanya sementara, apalagi kalau kita ingin berpikir panjang membandingkan keberadaan kita di dunia ini beberapa tahun, lalu bandingkan dengan keberadaan kita nanti di alam kubur itu berapa lama, lantas keberadaan kita di alam akhirat yang Allah ﷻ itu sifatkan sebagai negeri yang kekal abadi.
Jadilah kamu di muka bumi itu seperti orang asing atau seperti pengembara (musafir), oleh sebab itu sejak muda jadikan lah akhirat sebagai tujuan hidup. Dan alasan ini harus dipupuk sejak usia muda, serta jangan jadikan dunia sebagai tujuan.
Ada nasihat yang sangat berharga dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahuta’ala Anhuma, ucapan yang termasyhur dari beliau, " _Dunia itu akan pergi menjauh, sedangkan akhirat yang akan datang semakin mendekat, dan masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak, maka jadilah kalian itu anak-anak akhirat, dan jangan kalian menjadi anak dunia karena hari ini yang ada hanya amal tanpa hisab, sedangkan esok hanya ada hisab tanpa ada lagi amal_ " (H.R. Bukhari).
Masa muda itu masa yang sangat istimewa, yang mana jika engkau bersiaga hidup mu sedari muda, maka masa tua akan kita isi dengan kebaikan pula. Dan khusus masa muda ini, disebutkan dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ mengabarkan kepada kita secara khusus tentang masa muda,
" _Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya._ ” (HR. at-Tirmidzi)
Di usia muda itulah puncak-puncak keemasan, kemampuan baik dari sisi fisik maupun pikiran. Allah ﷻ tentunya tidak selamanya berikan rasa muda selamanya saat kita hidup di dunia. Maka berbicara tentang hijrah, idealnya harus diawali sejak muda.
Ada sebuah hadits yang disampaikan Nabi ﷺ, Bahwasanya hijrah itu adalah suatu kewajiban yang harus kita laksanakan, kapanpun dan di manapun. Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ juga bersabda, " _seorang muhajir sejati adalah orang yang berhijrah meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah_ ﷻ " (H.R Abu Daud).
Orang yang benar-benar berhijrah, artinya ia meninggalkan perkara yang dibenci oleh Allah menuju perkara yang dicintai Allah ﷻ.
Pada dasarnya hijrah itu ada dua bentuk, yaitu:
1. Hijrah secara batin (hati): yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu, godaan setan yg menyeret kepada keburukan meninggalkan itu semua menuju perkara yg diridhoi Allah.
2. Hijrah lahir: artinya meninggalkan suatu tempat untuk mempertahankan atau melindungi agamanya dari kekacauan atau kerancuan.
Jika ingin hijrah seutuhnya, maka penuhi masa muda mu dengan terus belajar, menghadiri majlis ilmu, serta mengamalkan ilmu yang dimiliki.
___________________
Demikian notulensi Kajian Keputrian Islam Terkini. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari setiap kebaikan yang disampaikan.
Sebuah ilmu akan bermanfaat, jika ilmu itu dapat diamalkan di dalam kehidupan.
___________________
_Jazakumullah Khairan Katsiiraa_
🧕🙏

Komentar
Posting Komentar